Pasang Pencatat Waktu, KPK Ingatkan Jokowi Soal Kasus Novel Baswedan

publicanews - berita politik & hukumNovel Baswedan didampingi Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo memasang pencatat waktu untuk mengingatkan kasus penyerangan terhadap Novel, di Gedung KPK, Selasa (11/12). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wadah Pegawai KPK bersama Novel Baswedan memasang pemutar waktu di depan Gedung KPK, kawasan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Pemutar waktu tersebut untuk mengingatkan bahwa Selasa (11/12) ini genap 600 hari polisi belum bisa mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel.

"Saya bersama dengan kawan-kawan di KPK ini mengingat dan selalu akan mengingatkan untuk setiap teror terhadap KPK untuk semuanya diungkap," ujar Novel.

Ia didampingi Ketua Wadah Pegawai Yudi Purnomo. Di pintu masuk lobi Gedung KPK, mereka memasang layar televisi 32 inci yang menampilkan jumlah hari, jam, menit, dan detik sejak Novel diserang air keras oleh orang tak dikenal pada subuh 11 April 2017. Tercatat sudah 609 hari kasus ini gelap gulita.

Novel tidak memungkiri kasus yang menimpanya bukan peristiwa kecil dan mudah diselesaikan. Untuk itu ia kembali mendesak agar Presiden Jokowi turun tangan dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Tujuannya agar penanganan kasusnya lebih optimal.

"Bisa lebih efektif. Tentunya sangat memalukan, sangat memilukan, ketika ada aparatur negara diserang dan kemudian itu dibiarkan," Novel menegaskan.

Kasus Novel Baswedan, Jokowi: Tanya Kapolri

Terlebih hari ini bertepatan dengan momentum Hari Antikorupsi Sedunia. Novel mengingatkan komitmen Jokowi untuk merealisasikan pemberantasan korupsi dengan cara melindungi pegawai atau aparatus KPK yang sedang melakukan tugas-tugas pemberantasan korupsi dari aksi teror.

"Saya berharap bapak presiden betul-betul mau memposisikan diri sebagai bapak Presiden, sebagai pemimpin negara yang berkepentingan sekali dengan upaya pemberantasan korupsi," Novel menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top