Tersinggung, Rusdi Kirana Batalkan Pemesanan Pesawat Boeing

publicanews - berita politik & hukumPemilik Lion Air Rusdi Kirana. (Foto: CNBC)
PUBLICANEWS, Jakarta - Lion Air berencana membatalkan pemesanan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang bakal diterima secara bertahap hingga 2021. Pembatalan pembelian senilai 22 miliar dolar AS itu ditegaskan pemilik Lion Air Group Rusdi Kirana.

"Saya sedang menyiapkan dokumen untuk mengajukan pembatalan. Semuanya sudah berdasarkan pertimbangan," kata Rusdi seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (6/12).

Rusdi merasa disudutkan menyusul jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di kawasan perairan Tanjung Karawang, akhir Oktober lalu. "Saya merasa dikhianati," ujar Dubes Indonesia untuk Malaysia itu.

Ia marah dan menganggap Boeing mengalihkan perhatian publik dengan menyalahkan sepenuhnya kepada Lion Air atas kecelakaan tersebut. Rusdi beranggapan Boeing telah melakukan beberapa perubahan pada desain pesawat.

Lion Air diketahui merupakan pelanggan utama Boeing, dengan membeli 197 unit pesawat. Bahkan, mereka telah membuat perjanjian pemesanan 190 unit lagi.

Keluarga Korban: Mana Perwakilan Lion Air? Mana?

Khusus jenis 737 Max8, Lion Air telah memesan tujuh pesawat yang akan datang pada 2019. Dianjutkan 24 unit lagi pada 2020. Tahun berikutnya sebanyak 35 pesawat.

Saat ini jumlah 737 Max 8 yang sudah dikirim ke Lion adalah 11 unit, termasuk 1 unit yang mengalami kecelakaan pada 29 Oktober 2018 lalu.

Dalam insiden jatuhnya Lion tersebut, sebanyak 189 penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal. Hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan pesawat tersebut tidak laik terbang. Namun sehari kemudian mereka meralat dan menyebut Singa Merah laik.

Perubahan sikap KNKT yang mendadak itu menimbulkan teka-teki hingga kini. Rusdi diketahui pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode Januari 2015-Mei 2017. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top