PDIP Desak Dubes Arab Saudi Osama Segera Dipulangkan

publicanews - berita politik & hukumAksi Reuni Akbar 212 mengibarkan bendera raksasa bertuliskan kalimat Tauhid di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (2/12). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - PDIP mendesak pemerintah untuk mengirim nota kepada Pemerintah Arab Saudi agar segera memulangkan Duta Besar Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dari Jakarta.

"(Hal ini) sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dengan mencampuri urusan politik negara Indonesia," kata Ketua Bidang Keagamaan DPP PDIP Hamka Haq dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (6/12).

Partai pemerintah itu mengatakan, cuitan Osama telah menggangu hubungan baik antara Indonesia dan Arab karena telah menyinggung ormas terbesar di Indonesia.

"Sikap Dubes Saudi Arabia tersebut berpotensi mengganggu hubungan baik yang selama ini sudah terjalin, bukan hanya antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Saudi Arabia, tetapi juga antara bangsa Indonesia dengan bangsa Saudi Arabia," ujar Hamka.

PDIP meminta pergantian Dubes yang mampu memahami kode etik diplomatik dan menghargai serta tidak mencampuri urusan dan kedaulatan bangsa dan pemerintah Indonesia.

Penegasan PDIP ini menyusul protes PBNU dan GP Ansor, yang disebut oleh Dubes Osama sebagai organisasi sesat dan menyimpang. Pernyataan Osama tersbeut menyusul insiden pembakaran bendera berkalimat Tauhid pada Hari Santri di Garut, 22 Oktober lalu.

Lewat akun @Os_alshuibi, Osama mengatakan Reuni 212, Minggu (2/12), merupakan reaksi atas pembakaran bendera Tauhid.

"Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh seorang dari pihak organisasi sesat menyimpang kurang lebih sebulan yang lalu," tulis Osama, seperti dikutip Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj awal pekan ini.

Cuitan Osama muncul pada Minggu (2/12). Namun, hari itu pula ia menghapusnya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top