Penjual Blanko e-KTP Anak Mantan Penjabat Dukcapil Lampung

publicanews - berita politik & hukumMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. (Foto: Kemendagri.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, pelaku praktik jual-beli blanko e-KTP adalah anak seorang mantan pejabat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Lampung. Kasus ini diungkap oleh Dirjen Dukcapil.

"Ada anak oknum pejabat Dukcapil di Lampung mencuri kartu dan dia jual, bukan karena database rekaman e- KTP jebol," ujar Tjahjo dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR, di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (6/12).

Menurutnya, tidak sulit untuk mengetahui siapa pelaku tersebut dan Kemendagri telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. "Karena sudah terdata lengkap, ayahnya sudah ketangkap, anaknya udah ketangkap, yah Pak Dirjen juga lapor ke Kepolisian," katanya.

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan, kasus itu adalah tindak pidana. Namun tidak ada pencurian database.

"Ada berita yang menyatakan bahwa sistem database kita hancur. Berita tersebut tidak benar, yang benar adalah ada anak pelaku pejabat Dukcapil di Lampung mencuri 10 kartu untuk dijual, ini merupakan tindak pidana," Tjahjo menegaskan.

Ditjen Dukcapil Gagalkan Penjualan Blanko e-KTP Online

Sementara itu Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh dalam kesempatan yang sama mengatakan, pada blanko e-KTP terdapat chip yang dapat dilacak. Disebarkan ke mana dan dari perusahaan apa pasti akan ketahuan.

"Ada di dalam kartu itu nomor chip, ibu dan bapak. Setiap blanko yang dikirim ke daerah sudah ada nomor chip tertentu," Zudan menjelaskan.

Penjualan blanko KTP elektronik itu dilakukan via daring (online). Pelaku telah dilaporkan dengan pelanggaran Pasal 96 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Ancaman pidananya adalah penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top