Sejak Datang KKB, Distrik Yigi Jadi Zona Merah

publicanews - berita politik & hukumKadiv Humas Mabes Polri Brigjen M Iqbal. (Foto: Publicanews/Dok)
PUBLICANEWS, Wamena - Polisi mengatakan, lokasi penembakan sejumlah pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, semula merupakan daerah yang aman.

"Tapi kelompok Egianus Kogoya pindah ke sana sehingga menjadi daerah rawan konflik," kata Kadiv Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/12).

Menurut Iqbal, Egianus dan kelompoknya pindah ke Yigi karena terdesak oleh pasukan TNI-Polri dari Distrik Kenyam, yang merupakan basecamp mereka sebelumnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan satu orang anggota Brimob Polda Papua, Bharatu Wahyu (23), tertembak di bagian lengan kanan saat operasi pencarian korban penembakan KKB di Nduga, Papua.

"Saat ini sudah dievakuasi ke Wamena untuk mendapat perawatan," ujar Kamal di Wamena, Papua.

Kamal menjelaskan tim aparat gabungan TNI-Polri terlibat baku tembak dengan KKB Egianus di Puncak Kabo, Distrik Yal, Kabupaten Nduga, saat aparat melakukan evakuasi korban pembantaian KKB tersebut.

"Pada kegiatan evakuasi itu tim gabungan TNI-Polri berhasil menemukan para korban penembakan di Puncak Kabo, Nduga, dan dikumpulkan dan diamankan di salah satu lokasi karena situasi tidak dimungkinkan untuk dilakukan evakuasi," Kamal menjelaskan.

Rencananya, Kamal menambahkan, para korban kekejaman kelompok separatis ini akan dievakuasi ke Wamena. "Namun, apabila cuaca tidak memungkinkan akan dievakuasi ke Timika menggunakan Heli TNI-AD," Kamal menegaskan.

Sementara itu Danrem 172/PWY, Kolonel Inf Binsar J Sianipar mengatakan hingga Kamis pagi, ada 16 jenazah korban yang ditemukan. Mereka adalah pekerja jembatan korban pembunuhan KKB di Mbua.

"Ada tiga pekerja yang ditemukan dalam kondisi lemas di tengah hutan di Distrik Yall kata Binsar," ujar Binsar.

Binsar menegaskan tim saat ini terus melakukan pencarian dan alat berat juga bakal dikerahkan untuk membuat landasan helikopter demi mempermudah evakuasi.

"Kami juga telah menambah pasukan untuk proses evakuasi hari ini sebanyak 20 orang, termasuk membawa operator alat berat utuk pembuatan landasan helikopter," ia menambahkan. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top