OPM Serukan Kemerdekaan Republik Papua Barat

publicanews - berita politik & hukumUpacara pengibaran Bintang Kejora oleh OPM. (Foto: Sebby Sambom)
PUBLICANEWS, Papua - Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan aksi pembunuhan brutal 31 pekerja jalan Trans Papua merupakan bagian dari upaya pembebasan dari Indonesia. Mereka menyebut Indonesia sebagai negara kolonial.

Juru Bicara OPM Sebby Sandom mengatakan diri bukan sebagai KKB (kelompok kriminal bersenjata) atau KKSB (kelompok kriminal separatis bersenjata).

"Kami adalah pejuang sejati untuk kebebasan Republik West Papua," ujar Sebby dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (5/12).

Ia sesumbar OPM tidak membutuhkan pembangunan jalan Trans Papua ataupun pembangunan dalam bentuk lain. "Solusi masalah Papua adalah kemerdekaan dan berdaulat sendiri sebagai bangsa yang beradab," ia menambahkan.

Mereka menantang jajaran TNI dan Polri untuk melakukan kontak senjata di Distrik Mbua sampai Habema, bukan Distrik Dal Yigi yang justru akan mengorbankan warga sipil.

Sebby mengingatkan serangan militer yang dilancarkan TNI dan Polri di Kenyam, Kabupaten Nduga, pada Selasa (4/12). Menurutnya, TNI mengerahkan empat helikopter TNI AU dan satu helikopter Polri.

Sebby mengklaim, aparat Polri mengerahkan 24 kendaraan truk pikap untuk memobilisasi pasukan gabungan. Bahkan tiga bom dijatuhkan. Namun, katanya, dua tidak meledak dan dua lainnya meledak di udara.

OPM mendesak agar semua pembangunan infrastruktur dihentikan. Kemudian dilakukan perundingan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM dan pemerintah RI. Tuntutan utama OPM yaitu kemerdekaan penuh Papua Barat. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top