Ditjen Dukcapil Gagalkan Penjualan Blanko e-KTP Online

publicanews - berita politik & hukumBlangko e-KTP (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) berhasil menggagalkan upaya penjualan blanko e-KTP via daring (online).

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat pada Senin (3/12) lalu tentang penjualan blanko e-KTP. Penjualan secara online di salah satu marketplace.

Ditjen Dukcapil berkoordinasi dengan perusahaan pencetak blanko e-KTP dan toko penjual online. Petugas berhasil mengidentifikasi pelaku secara rinci, seperti alamat, nomor telepon, bahkan foto wajah yang bersangkutan dan dimana lokasi barang itu diperoleh.

"Perlu dijelaskan bahwa setiap blanko e-KTP memiliki nomor UID atau nomor identitas chip yang khas. Nomor ini tercatat secara sistematis sehingga dapat diketahui dengan mudah keberadaan blanko e-KTP," Zudan menegaskan, Rabu (5/12).

Zudan menambahkan, jajarannya telah melaporkan kasus penjualan blanko e-KTP ilegal ini ke Polda Metro Jaya. Ia mengimbau para pihak yang masih menjual agar segera berhenti atau dipidanakan.

"Kepada semua toko online dan pihak lain yang masih menawarkan penjualan blanko e-KTP untuk menghentikan praktik-praktik yang berindikasi pidana ini karena ancaman pidana yang berat dan dapat mengganggu kekondusifan dan stabilitas negara," Zudan menandaskan.

Sesuai Pasal 96 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, ancaman pidananya paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sementara itu, Kapuspen Kemendagri Bahtiar mengingatkan masyarakat agar berhati-hati. Saat ini Dukcapil memiliki sistem kependudukan yang canggih.

Ia meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila ada hal-hal janggal dalam pelayanan e-KTP.

"Pelayanan e-KTP tidak dipungut biaya. Dan apabila terjadi pemungutan, terkena sanksi pidana paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta," pungkasnya. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top