KPK Luncurkan Buku Panduan Pencegahan Korupsi Korporasi

publicanews - berita politik & hukumKPK dan Kadin meluncuran buku panduan pencegahan korupsi untuk dunia usaha di Hotel Bidakara, Jaksel, Rabu (5/12). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Cegah kasus korupsi di sektor swasta, Komisi Pemberantasan Korupsi meluncurkan buku panduan pencegahan korupsi untuk dunia usaha.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, saat ini sudah ada empat korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah PT Duta Graha Indah yang telah berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjinering, PT Nindya Karya, PT Tuah Sejati, dan PT Putra Ramadhan atau PT Tradha yang merupakan tersangka TPPU. 

"Rasanya tidak adil dong kalau KPK sudah menindak tapi belum ada panduan agar tidak terjerembab. Makanya hari ini kami luncurkan buku panduan pencegahan korupsi untuk dunia usaha," ujar Laode di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (5/12).

Buku tersebut berisi langkah-langkah pencegahan korupsi yang dirancang sederhana dan praktis sehingga dapat menjadi acuan dan pedoman minimum bagi korporasi yang dapat diadopsi serta dikembangkan sesuai kebutuhan.

Laode mengingatkan, dalam setiap kasus suap pasti ada pemberi dan penerima. Suap merupakan kasus yang paling banyak ditangani KPK, dan kedua pengadaan barang dan jasa. Keduanya jik digabung menempati porsi 80 persen. 

Dari segi aktor, swasta tak kalah banyak 200-an lebih (pelaku). "Itu hanya kasus di KPK. Belum Polisi dan Kejaksaan," ujarnya. 

Di kesempatan yang sama, Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rahmat Junaedi mengatakan, Kadin ikut membantu penyusunan panduan ini. Ia berharap buku tersebut bisa menjadi pedoman agar pelaku usaha tidak terjerat dalam pusaran korupsi ataupun suap.

"Kita pun tidak mau dunia usaha dibebani biaya yang bukan hanya berujung tindak pidana korupsi, dan tidak efisien. Itu memang secara natural dunia usaha mencari cara menekan biaya. Ya jadi emang dunia usaha tidak mau (korupsi)," Rahmat menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top