Senjata Api KKB Curian dari Gudang Polri dan TNI

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mendapatkan senjata-senjata api dari hasil mencuri aset milik Polri dan TNI. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, senjata tersebut dicuri dari gudang senjata Brimob.

"Dijebol dari jalur ilegal oknum-oknum di perbatasan Papua Nugini," ujar Tito dalam jumpa pers di Istana Kepresiden, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Tito mengungkapkan, asal senjata yang dipakai anak buah KKB pimpinan Egianus Kogoya juga ada yang didapat dari rampasan dan sisa-sisa konflik Ambon. Sebagian ada yang dirakit ulang.

"Berdasarkan salah satu anggota KKB yang ditangkap mengaku dirampas dari petugas (polisi), ada juga dari sisa konflik Ambon," Tito menambahkan.

Menurut Kepala Penerangam Kodam VII/Cendrawasih Kol Infantri Muhammad Aidi, KKB juga punya senjata lengkap seperti standar yang dimiliki The North Atlantic Treaty Organization (NATO). Senjata-senjata tersebut jumlahnya mencapai puluhan.

"Dari data laporan intelijen yang kita terima, mereka memiliki senjata api standar militer, bahkan NATO sekalipun," ujar Muhammad Aidi.

Menurutnya, cara mereka merampas senjata-senjata itu yakni dengan menyerang pos-pos penjagaan. Diduga mereka juga memiliki senjata dari luar negeri.

"Sebagian senjata yang kita sita ada yang indeks TNI dan Polri, ada juga yang bukan indeks TNI/Polri, artinya dari luar negeri," Aidi menuturkan.

Senjata dari luar negeri itu ada yang diproduksi di Perancis, Rusia, dan Amerika Serikat. Ada pula buatan PT Pindad. "Tidak semua negara memproduksi senjata. Jadi bisa dari mana saja itu senjatanya," ia menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top