KPK: Banyak Tambang Ilegal Dibekingi Petinggi Bersenjata

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam keterangannya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (5/12). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengatakan, berdasarkan kajian KPK, usaha tambang atau kebun ilegal banyak dibekingi petinggi bersenjata. Usaha tambang ilegal ini tersebar di berbagai wilayah.

"Banyak, Kalimantan, Sumatera yang paling banyak. Sekarang pindah ke Sulawesi, khususnya (tambang) nikel. Sekarang pindah ke pulau-pulau kecil, Halmahera, Maluku, dan bahkan Papua," ujar Laode di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (5/12).

Menurut Laode, KPK pernah melaporkan masalah ini, bahkan saat penandatanganan Gerakan Nasional Sumber Daya Alam, sejumlah pihak dilibatkan untuk komitmen mereka memberantas tambang dan kebun ilegal.

"Dulu itu ditanda tangani oleh Panglima, Kapolri, dan Presiden. Kenapa Panglima butuh menandatangani Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam itu? Karena memang disinyalir banyak yang terlibat di bidang itu," Laode menjelaskan.

Ia menyebut indikasi tambang ilegal tersebut dibekingi oleh petinggi bersenjata sangat gamblang.

"Gini aja, contohnya kalau yang tidak clean and clear masih bisa beroperasi, ya di situ saja indikasinya. Pasti ada bekingnya kan, orang tidak ada izinnya. Endak bayar pajak tapi masih bisa beroperasi. Itu saja indikasinya," Laode menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top