KPK Rekomendasikan Dana Parpol Rp 10 Ribu per Suara

publicanews - berita politik & hukumKetua KPK Agus Rahardjo bersama Mendagri Tjahjo Kumolo dan Ketua DPR Bambang Soesatyo menggelar konferensi pers Peringatan Hari Antikuropsi Sedunia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan kenaikan dana parpol naik dari Rp 108 menjadi Rp 1.000 per suara belum ideal. KPK mengusulkan dana parpol tersebut antara Rp 1.000 hingga Rp 10 ribu.

Agus menambahkan, dari hasil kajian KPK, biaya partai memang tinggi. Menurutnya, bantuan pemerintah Rp 1.000 per suara belum memadai.

"Masih jauh sekali dari dana ideal yang diperlukan partai," ujar Agus dalam Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/12).

Bila kebutuhan partai dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah, Agus menambahkan, maka akan ada implikasi positif. Parpol harus siap diaudit secara menyeluruh dan hasilnya diumumkan ke publik. Parpol juga tidak bisa lagi menerima pembiayaan dari sumber lain.

Oleh karena itu dana parpol harus cukup untuk membiayai operasional partai. Dengan begitu sumber-sumber pembiayaan lain bisa disetop.

"Kalau memang itu full dibiayai negara, implikasinya adalah auditnya harus mendalam sekali. Kemudian dikeluarkan dan diumumkan kepada seluruh masyarakat," Agus menjelaskan.

Namun, ujar Agus, untuk bisa mewujudkan hal tersebut perlu sejumlah tahapan. Terutama karena ini menyangkut anggaran yang sangat besar.

"Tapi memang untuk menuju ke sana belum, kelihatannya karena baru Rp 1.000 per suara. Masih memerlukan dana yang besar sekali," Agus menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top