Empat Brimob eks Ajudan Nurhadi Berada di Papua

publicanews - berita politik & hukumMarkas Besar Kepolisian Republik Indonesia. (Foto: istimewa).
PUBLICANEWS, Jakarta - Empat polisi yang pernah menjadi ajudan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman tak bisa memenuhi panggilan KPK karena sedang berdinas di Papua.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono mengatakan, Polri pada prinsipnya akan proaktif membantu memperlancar proses penyidikan KPK.

"Namun, karena empat anggota Polri ini tergabung dalam Satgas Papua, sekarang keberadaan empat anggota Polri ini ada di Papua," ujar Syahar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/12).

Syahar menambahkan, Polri akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai teknis pemeriksaan keempat eks ajudan Nurhadi itu. Misalnya, kemungkinan penyidik KPK memeriksa mereka di Papua dengan didampingi personel Polri.

"Kita amankan sehingga semuanya bisa berjalan lancar. Proses penyidikan KPK bisa tercapai, namun tugas dari Satgas Papua juga tidak ditinggalkan," Syahar menjelaskan.

Kembali Dipanggil KPK, 4 Polisi eks Ajudan Nurhadi Masih Belum Datang

Keempat personel Brimob itu sudah dua kali tidak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus suap perkara dengan tersangka Eddy Sindoro. KPK sudah berkoordinasi dengan Divisi Propam Mabes Polri, tapi hasilnya nihil.

Panggilan pertama pada 14 November, lalu yang kedua Senin (3/12) kemarin. Selain ajudan, keempat personel Brimob tersebut menjaga keamanan rumah mewah Nurhadi di Jalan Hang Lekir V Nomor 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di masa lalu, KPK juga mengalami kesulitan ketika memeriksa keempat anggota Polri ini. Mabes Polri tiba-tiba memindahkan mereka ke Poso, Sulawesi Tengah, ketika KPK memanggilnya pada Juni 2016. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top