Tommy Soeharto Perintahkan Laskar Berkarya Tuntut PDIP

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Bogor - Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto memerintahkan organisasi sayap partai Laskar Berkarya menempuh jalur hukum terkait pernyataan elite PDIP. Langkah tersbebut menyusul pernyataan Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah yang menyebut Soeharto 'guru korupsi Indonesia'.

"Ini saya minta kepada Laskar Berkarya, saya meminta untuk menuntut. Karena tidak ada fakta hukum yang menyatakan Pak Harto korupsi," ujar Tommy dalam pidato pengukuhan Pimpinan Pusat Laskar Berkarya di Hotel Mirah, Bogor, Jumat (30/11).

Tommy kemudian membandingkan jumlah pejabat yang terlibat korupsi di era ayahnya dan di zaman reformasi. "Di era Orde Baru itu yang terkena kasus KKN, terutama kasus korupsi, itu hanya hitungan jari atau paling banyak itu puluhan," katanya.

Jumlah itu berbanding terbalik dengan kondisi saat ini. "Sekarang zaman reformasi ini sudah ratusan orang kena OTT (kasus) korupsi," kata putra bungsu Presiden ke-2 RI Soeharto itu.

Menurut Tommy, justru yang menyatakan KKN Orde Baru itu paling parah, saat ini menjadi pemenang utama kasus korupsi. "Bahkan, terakhir mengatakan Pak Harto sebagai gurunya korupsi, itu malah selama reformasi ini menjadi pemenang utama daripada kasus korupsi," kata Tommy dalam pidatonya di hadapan kader partai besutannya itu.

Istilah 'Soeharto guru korupsi' dikatakan oleh Ahmad Basarah. Wakil Sekjen PDIP itu menegaskan, adanya Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998 sebagai upaya negara menegakkan hukum dalam pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN).

"Jadi, guru dari korupsi Indonesia, sesuai TAP MPR Nomor 11 tahun 1998, itu mantan Presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo," katanya usai menghadiri diskusi di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Rabu (28/11).

Pernyataan Basarah itu menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02 yang mengatakan korupsi di Indonesia sudah seperti kanker stadium empat. Mantan suami Titiek Soeharto itu mengatakan dalam acara The World in 2019 Gala Dinner di Hotel Grand Hyatt, Singapura, Selasa kemarin. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top