JK Minta Polisi Transparan dalam Kasus Dana Kemah Pemuda Islam

publicanews - berita politik & hukumWakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Biro Pers Setwapres)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta polisi transparan dalam mengungkap kasus dugaan korupsi dana kemah Pemuda Islam Indonesia 2017. Tujuannya agak publik tahu proses hukum dan bukti-buktinya.

"Ya, prosesnya harus transparan dan ada bukti yang cukup," kata JK kepada di kantornya, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (27/11).

Ia juga meminta semua pihak mematahui proses hukum, tanpa terkecuali para pengurus Pemuda Muhammadiyah. "Ya tentu semua orang harus, Anda juga, kalau ada masalah hukum harus mematuhi proses hukum," JK menambahkan.

Terpisah, Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas menilai polisi terburu-buru dalam menagsut kasus dugaan penyelewangan dana sebesar Rp 2 miliar itu. Apalagi, katanya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak menemukan dugaan penyimpangan dalam perkara itu.

"Saya khawatir sekali kalau penanganan kasus (dana kemah) itu tidak sistematis, seperti berdasarkan temuan BPK. Ini malah menimbulkan public distrust (ketidakpercayaan publik)," ujar mantan Ketua KPK itu di sela Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta, Selasa siang.

Busro menilai kasus ini justru menjadi bumerang bagi institusi Polri. Selain pengungkapan menjelang Muktamar Pemuda Muhammdiyah juga menunjukkan polisi tidak bisa memetakan mana kasus prioritas.

Saat ini, PP Muhammadiyah melakukan bantuan hukum atas kasus tersebut. Pendampingan juga diberikan kepada Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Polisi telah meningkatkan status hukum perkara ini ke tahap penyidikan, meski belum menetapkan tersangka. Penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa sejumlah saksi, salah satunya Dahnil. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top