Maksud 'Budek' dan 'Buta' Ma'ruf Amin Bukan Fisik, Tapi Politik

publicanews - berita politik & hukumMa'ruf Amin. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan rasa simpati kepada kaum difabel menyusul penggunaan istilah 'budek' dan 'buta' yang diucapkan cawapres nomor urut 1 Ma'ruf Amin. Pernyataan Ma'ruf tersebut pasti telah menyakiti mereka.

"Saya bersimpati kepada saudara-saudara kita khususnya kaum tunanetra dan tunarungu yang sangat mungkin merasa dikerdilkan oleh ucapan tersebut," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno, kemarin.

Menanggapi hal tersebut Sekjen PSI Raja Juli Antoni menjelaskan maksud Ma'ruf bukan dalam konteks fisik dan diucapkan tanpa ada kemarahan. 

Ma'ruf, kata Toni, adalah ulama besar yang sudah 'mapan' secara spiritual dan emosional. "Jadi tidak ada kemarahan dalam nada bicaranya ketika mengatakan 'budek' dan 'buta'," ujar Toni dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/11). 

Menurutnya, Ma'ruf justru menggunakan bahasa di Alquran yang biasa digunakan santri sehari-hari. Ia berdalih dalam surat Al-Baqarah ayat 18 disebutkan, mereka pekak, bisu, buta maka tidaklah mereka akan kembali ke jalan yang benar.

"Ayat ini dalam konteks Indonesia menggambarkan orang-orang yang tidak menerima fakta keberhasilan pembangunan yang dilakukan Pak Jokowi. Bahkan mereka memanipulasi data hanya untuk mencerca dan mendelegitimasi pemerintah" Toni menjelaskan.

Kata 'budek-buta' dipakai Ma'ruf bukan dalam konteks penyandang disabilitas tapi konteks sosial dan politik. Yang dimaksudkan, ujar Toni, adalah budek dan buta sosial dan politik.

"Mereka adalah orang yang tidak punya kemampuan melihat dan mendengar secara sosial-politik karena nafsu politik yang terlalu tinggi," katanya.

Kemarin, dalam sambutan deklarasi Barisan Nusantara di Jakarta, Maruf menggunakan istilah 'buta' dan 'budek' bagi kepada mereka yang tidak bisa melihat prestasi Presiden Jokowi.

"Orang sehat bisa dapat melihat jelas prestasi yang ditorehkan oleh Pak Jokowi, kecuali orang budek saja tidak mau mendengar informasi dan kecuali orang buta saja tidak bisa melihat realitas kenyataan," ujarnya. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top