Tidak Ada Sabotase dan Aksi Terorisme dalam Jatuhnya Lion Air

publicanews - berita politik & hukumKeluarga korban melakukan doa dan prosesi tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Polri yang dibentuk untuk menyelidiki jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menyimpulkan tidak ada unsur sabotase dan aksi terorisme dalam jatuhnya pesawat Lion Air PK-PQP, Senin (29/10) pagi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, hasil vestigasi kepolisian memiliki kecocokan dengan hipotesis awal Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Pemeriksaan sementara KNKT kan sudah ada hipotesanya tuh, (jatuhnya Lion Air) gangguan navigasi, baik ketinggian maupun kecepatan," ujar Dedi di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (8/11).

Satgasus Polri yang beranggotakan penyidik terbaik Bareskrim itu belum menemukan adanya faktor kesalahan manusia atau human error dalam musibah tersebut.

Demikian pula dengan dugaan sabotase dan aksi terorisme. "Sabotase sementara belum ditemukan, kemudian serangan terorisme sampai hari ini juga masih belum ditemukan," kata jenderal bintang satu ini.

Satgasus Polri telah melakukan pengecekan terhadap latar belakang dan kesehatan kru dalam penerbangan sebelumnya, teknisi pesawat, sekuriti bandara, porter, hingga sekuriti barang.

Ikut diperiksa seluruh awak yang sebelumnya menerbangkan pesawat Lion Air PK-LQP itu dengan rute Manado-Denpasar dan Denpasar-Jakarta.

Pesawat Boeing 737 MAX 8 hilang kontak setelah 15 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Pesawat membawa 189 orang dengan tujuan Pangkal Pinang itu jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top