Rizieq Syihab Dijemput Intelijen dan Ditahan Semalam di Kantor Polisi

publicanews - berita politik & hukumBendera hitam dengan tulisan kalimat tauhid terpasang di tembok belakang rumah Rizieq Syihab di Mekkah, Arab Saudi. (Foto: istimewa).
PUBLICANEWS, Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, Imam besar FPI Muhammad Rizieq Syihab (MRS) sempat dijemput pihak intelijen dan ditahan oleh polisi Arab Saudi di Mekkah. Pemeriksaan Rizieq itu karena ia memasang bendera bertuliskan kalimat tauhid di tembok luar rumahnya.

Dalam rilis yang dikeluarkan Kedubes RI, Agus mengatakan bahwa pada Senin (5/11) tengah malam Waktu Arab Saudi (WAS), saat landing di Ibukota Riyadh, handphonenya berdering mengabarkan soal penangkapan Rizieq tersebut.

Agus kemudian menceritakan kronologi penangkapan Rizieq hingga ia dilepaskan keesokan harinya.

Senin (5/11) pukul 23.30 WAS, Dubes Agus mendapat kabar Rizieq dijemput oleh kepolisian Mekah dan Mabahis 'Aamah (Direktorat Intelijen Umum), yang membawanya ke kantor polisi. Untuk keperluan penyelidikan ini Rizieq ditahan oleh Kepolisian Mekkah.

Pada waktu yang sama, Menlu Retno Marsudi melakukan komunikasi dengan Dubes Agus untuk memastikan info tersebut. Retno memerintahkan KBRI untuk melakukan pendampingan dan pengayoman kepada Rizieq.

Agus kemudian memerintahkan Dippassus (Diplomat Pasukan Khusus), gugus tugas reaksi cepat, ke Mekkah dan memastikan kabar tersebut. Hasil penelusuran menyatakan, benar bahwa kepolisian Mekkah mendatangi rumah Rizieq pada 5 November 2018 sekitar pukul 08.00 WAS.

Kedatangan polisi tersebut untuk memastikan laporan adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis pada dinding belakang rumah Rizie. Polisi sempat melakukan pemeriksaan singkat.

Masih Senin (5/11), pukul 16.00 WAS, Rizieq dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.

"Arab Saudi melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut, dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jama’ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstrimisme," kata Dubes Agus dalam rilis yang dilansir pada Rabu (7/11).

Otoritas Keamanan Arab Saudi, Agus menambahkan, juga memantau media sosial Medsos. "Pelanggaran IT merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme," ujar Agus.

Pada Selasa (6/11) pukul 16.00 WAS, Kantor Mabahis 'Aamah menyerahkan Rizieq kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah, Kota Mekkah.

Pukul 20.00 WAS, dengan didampingi oleh staf KJRI, Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan.

Dubes Agus menyatakan ia akan selalu intens berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait di Arab Saudi untuk mengetahui apa yang sebenarnya dituduhkan kepada Rizieq. Dubes berharap hanya masalah overstay yang merupakan pelanggaran imigrasi.

Dubes sangat khawatir jika yang dituduhkan kepada MRS terkait keamanan Kerajaan Arab Saudi. "Jika ini yang dituduhkan, maka lembaga yang akan menangani adalah lembaga super body Saudi yang ada di bawah Raja yang dikenal dengan Riasah Amni ad-Daulah atau Presidency of State Security," ujar rilis yang diteken Dubes Agus di Riyadh tersebut.

KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan selalu memberikan pendampingan kekonsuleran dan pengayoman kepada Rizieq, sebagaimana terhadap WNI yang menghadapi masalah hukum berada di Arab Saudi. KBRI dan KJRI akan mewakafkan diri untuk pemihakan dan pelayanan kepada seluruh ekspatriat Indonesia. (m-03/ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top