Lion Air Jatuh

Maaf, Pak Rusdi Kirana Saya Anggap Gagal

publicanews - berita politik & hukumAnggota keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 protes dalam pertemuan interaktif di Hotel Ibis, Jakarta Timur, Senin (5/11). (Foto: Instagram/@lionairgroup)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bos Lion Air Rusdi Kirana kembali menjadi sorotan para keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11).

Pertemuan interaktif itu menghadirkan Menteri Perhubungan Budi Karya dan pejabat lainnya. Keluarga korban diberi kesempatan melepas keluh kesahnya. Bambang, salah satu keluarga korban, meminta Rusdi berdiri di hadapan para keluarga korban.

"Saya mohon Pak Rusdi Kirana berdiri. Saya baru lihat pertama kali ini Pak Rusdi," kata Bambang.

Rusdi menuruti permintaan tersebut dengan berdiri menghadap keluarga korban sambil menundukkan kepala menunjukkan rasa empatinya dan meminta maaf. Bambang juga mendesak Menteri Perhubungan memberi sanksi tegas terhadap teknisi Lion Air yang dianggap lalai.

"Dalam hal ini teknisi harus bertanggung jawab penuh karena menyatakan pesawat celar untuk take off. Tolong diproses hukum teknisi yang tidak bener itu," Bambang menegaskan.

Keluarga korban lainnya, Johan Ramadhan, menganggap Rusdi Kirana gagal memberi keselamatan bagi penumpangnya.

"Maaf, khususnya Pak Rusdi Kirana, saya anggap gagal," ujar Johan di tengah-tengah para keluarga yang bernasib sama.

Ia mempertanyakan sikap Lion Air yang tidak peka memberikan perhatian kepada para korban dalam hal perkembangan kabar pasca kecelakaan.

"Faktanya hanya crisis center, kami tidak pernah dihubungi oleh pihak Lion Air. Jangankan empati, menelepon (saja) tidak," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top