Hanya 22 Persen Pemilih Milenial Melek Politik

publicanews - berita politik & hukumDiskusi bertajuk 'Pemilih Milenial dan Masa Depan Bangsa' pagi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Hanya sekitar 22 persen anak-anak milenial melek politik. Lalu sekitar 40 hingga 45 persen, cenderung enggan mengetahui dunia politik.

Hal itu disampaikan oleh pendiri and CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam diskusi bertajuk 'Pemilih Milenial dan Masa Depan Bangsa' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10). Ia memaparkan survei terhadap pemilih milenial, yakni mereka yang berusia 20 sampai 35 tahun.

"Sisanya mereka lebih banyak mengikuti seputar olahraga, musik, film, lifestyle, sosmed, kemudian IT," ujar Hasanuddin.

Ia menambahkan,pemilih milenial merasa dunia politik cenderung kaku, tidak mengasyikan, dan lebih dekat dengan urusan orang tua.

Menurut Hasanuddin, pemilih milenial memiliki peran yang signifikan untuk mendongrak suara dalam pemilihan umum 2019. Hal ini merupakan tantangan yang harus ditaklukkan.

"Tantangan terbesar kita adalah meningkatkan partisipasi mereka. Sebab dalam sejarah memang partisipasi pemilih muda rendah dibandingkan dengan yang lain," ujar Hasanuddin.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh berpendapat bahwa yang membuat pemilih milenial juga apatis karena para aktor politik juga tidak memberikan ruang.

"Aktor politik banyak melakukan faktor ke-dia-an, bukan ke mereka-an," ujar Asrorun.

Belum lagi pemberitaan hoaks yang bertebaran menjadikan pemilih milenial mendapatkan informasi yang keliru atau misinformasi."Hal ini membahayakan karena nasib bangsa ada ditangan mereka," kata Asrorun. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top