Waketum Gerindra Bela Kapolri

publicanews - berita politik & hukumKapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Geger catatan buku merah diungkap Indonesialeaks. Meski 19 lembar catatan transaksi gratifikasi milik 'God Father' importir daging Basuki Hariman telah raib, tetapi jejaknya dikabarkan masih terlacak.

Salah satu yang disorot yaitu pengeluaran perusahaan milik terpidana kasus suap mantan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar itu sepanjang 2015-2016 sebesar Rp 4,33 miliar dan 206 sejumlah 100 ribu dolar AS.

Dalam buku merah itu tercatat nama-nama pejabat negara duit Basuki, seperti pejabat Bea Cukai, Polri, termasuk Kapolda Metro Jaya yang saat itu dijabat Tito Karnavian.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, Tito hanyalah sasaran tembak oleh pihak-pihak yang tidak suka.

"Jadi sepertinya ada operasi terstruktur untuk mencopot Tito Karnavian dari posisi Kapolri," ujar Arief, Kamis (11/10).

Catatan di buku merah itu tidak serta merta bisa ditudingkan ke Tito. Ia menyebutkan harus ada bukti kapan dana diterima dan diberikan oleh siapa.

"Kasihan juga Tito Karnavian kalau di-bully dan dihabisi di media dengan cara-cara yang tidak bermartabat dan tidak sesuai fakta hukum yang sebenarnya," katanya.

Kemarin, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais usai diperiksa dalam kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet mengatakan, Tito sudah bisa disebut tak layak menduduki jabatan Kapolri karena banyak kasus penting yang diabaikan.

“Buat saya, Pak Tito ini sudah disqualified,” ujar Amien.

Amien mengatakan tengah mempersiapkan data-data kasus yang diduga bakal menjerat Tito. "Saya sudah menyiapkan tim dengan data-data untuk membuktikan omongan saya ini benar atau hanya omong kosong,” katanya.

Namun anggota Dewan Pembina Nasional Badan Pemenangan Kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini tak bersedia membocorkan kasus mantan Kapolda Metro Jaya itu.

"Tunggu tanggal mainnya," katanya (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top