Polisi Ungkap Isi Buku Merah Dugaan Aliran Uang ke Kapolri

publicanews - berita politik & hukumKapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamarta menyatakan telah memeriksa Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Terpidana 7 tahun dalam kasus suap impor daging itu membuat catatan untuk kepentingan pribadi.

Adi mengatakan, Basuki tidak pernah melakukan penyerahan apapun kepada Tito Karnavian saat menjabat Kapolda Metro Jaya, seperti apa yang tercatat dalam buku merah itu.

"Sudah kita periksa. Sudah kita mintai klarifikasi. Hariman katakan apa-apa saja yang ia catat dalam buku itu semata-mata untuk kepentingan dirinya (pencatatan)," ujar Adi di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10).

Dari pemeriksaan penyelidik menemukan akal-akalan Basuki. Dugaan uang gratifikasi ternyata masuk kantong pribadi. Tujuannya untuk mengurangi laba perusahaan dan bonus para karyawan.

"Kita sudah breakdown. Uangnya untuk pepentingan keluarga, kegiatan ke luar negeri. Untuk kepentingan dirinya," Adi menjelaskan.

Menurutnya, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Basuki Hariman yang dilakukan KPK tidak muncul nama-nama di dalam buku merah tersebut.

Sebelumnya Indonesialeaks mengungkapkan, dalam daftar dari kertas di buku merah ada nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang diduga menerima gratifikasi.

Namun, kertas dalam buku itu telah dihilangkan dua penyidik KPK yang berasal dari Polri. Kedua penyidik itu telah ditarik kembali Polri untuk penugasan lain.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan belum menemukan bukti selain omongan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top