MUI Tanggapi Pelafalan 'Alfatekah' Jokowi

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo saat membuka MTQ Nasional ke-27 di Medan Minggu (7/10) malam. (Foto: screenshoot YouTube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika membuka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-27 di Medan, Sumut, Minggu (7/10) malam, mengajak berdoa bersama bagi korban bencana di Sulawesi Tengah. Saat itu, Jokowi melafalkan Alfatihah menjadi Alfatekah.

Video sambutan Jokowi itu viral di media sosial. Banyak yang mempersoalkan kefasihan pengucapan surat pertama dalam Alquran itu.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid mengatakan, pelafalan yang benar adalah Alfatihah. Ia memahami bahwa dalam dalam dialek daerah tertentu huruf ح (Kha) dibaca 'K' sehingga menjadi Alfatekah.

Menurut Zainut, sebaiknya dalam hal ayat suci Alquran diusahakan pelafalannya tidak terpangengaruh dialek. "Jadi lahjah atau dialek seperti ini kalau berkaitan dengan ayat suci Alquran diusahakan sesuai dengan makhroj hurufnya," katanya, Rabu (10/10).

Sementara itu, Haikal Hasan, menyatakan pelafalan Alfatekah atau Alfatihah hanya terkait aksen. Ia meminta polemik penyebutan itu dihentikan.

“Bisa gak dihentikan? Saudara, teman-teman, Anda sudah mulai menghina itu namanya. Itu urusan aksen, urusan lidah, gak bisa dipaksain. Dan ada jutaan orang di Pulau Jawa menyebut Alfatihah itu dengan Alfateka,” ujar Haikal yang pernah dikritik karena salah mengartikan beberapa kata dalam Alquran lewat ceramahnya bertema 'Siroh'

Hal senada disampaikan politikus Golkar Nusroh Wahid. Ia menyebut pelafalan itu karena dipengaruhi gaya bahasa Jokowi yang berasal dari Jawa.

"Orang Jawa kayak gitu hal biasa. Enggak usah dipersoalkan," kata Nusron di Istana Kepresidenan, Selasa kemarin. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top