Jokowi Bantah Mulai Kampanye di Bioskop

publicanews - berita politik & hukumVideo '2 Musim, 65 Bendungan' yang tayang di bioskop. (Foto: tangkapan layar/YouTube)
PUBLICANEWS, Bogor - Video Kemenkominfo yang menayangkan pembangunan bendungan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di layar bioskop menuai kritik sejumlah. Menanggapi itu, Jokowi mengatakan, menyampaikan hasil pembangunan merupakan tugas Kementerian Komunikasi dan Informasi sesuai amanat Undang-undang.

"Itu kan memang tugasnya Kominfo, itu amanat undang-undang bahwa baik pembangunan yang sudah selesai atau masih dalam proses atau belum selesai harus terus diinfokan agar mereka ikuti," ujar Jokowi seusai membuka Kongres XXXVI Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Auditorium The Forest Resort, Bogor, Jumat (14/9).

Menurutnya, menyampaikan hasil pembangunan, termasuk rencana kerja pemerintah, sudah dilakukan dalam tiga atau empat tahun ini. Tidak hanya melalui layar bioskop, melainkan juga lewat TV hingga media sosial seperti YouTube.

"Apa yang dikerjakan pemerintah, apa yang belum, apa yang akan (dikerjakan), kan gitu. Masa suruh diem gini (sambil tutup mulut). Gimana?" katanya.

Mengenai tudingan bahwa ia melakukan kampanye, Jokowi tak mempersoalkan. Ia menegaskan masyarakat perlu tahu apa yang sudah dikerjakan dan yang sedang dilakukan pemerintah.

"Kita ini ingin menyampaikan apa adanya ya," katanya.

Video bertajuk 2 Musim, 65 Bendungan itu diminta dicopot dari penayangannya di bioskop. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menilai tayangan tersebut sebagai kampanye menjelang pilpres.

Ia meminta tayangan itu tidak dipasang di bioskop yang berbayar. Hidayat juga mempersoalkan Komenkominfo yang tidak menayangkan capaian kerja kementerian tetapi malah pembangunan bendungan.

Video yang tayang di bioskop ini merupakan penggalan dari video lengkap berdurasi 4 menit. Jokowi telah mengunggah video tersebut melalui akun You Tube sejak 23 Juli 2018 lalu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top