Giliran Kubu Jokowi Usulkan Debat Bahasa Arab

publicanews - berita politik & hukumPresiden Jokowi saat berkunjung ke rumah Prabowo pada 31 Oktober 2016. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mekanisme debat kandidat capres dan cawapres dalam Pilpres 2019 dipersoalkan dua kubu pengusung pasangan calon. Bila kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan debat bahasa Inggris, giliran kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin meminta debat dalam bahasa Arab dan tes baca Alquran.

Wasekjen PPP Indra Hakim Hasibuan mengatakan, selain bahas Inggris sebaiknya ditambah debat berbahasa Arab dan tes baca Alquran.

"Mayoritas rakyat Indonesia beragama Islam maka bisa sejalan. Agar fair dan objektif, maka panelisnya bisa dari perwakilan ulama terkemuka ataupun syekh dari Saudi Arabia maupun Mesir," ujar Indra dalam keterangannya, Jumat (14/9).

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Fadli Zon meminta agar debat dilakukan dalam bahasa Inggris. Bahkan, Sekjen Partai Demokrat menambahkan adanya pidato satu jam oleh para kandidiat menyampaikan visi, misi, dan progam kerja.

Saling tantang tersebut ditanggapi komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi dengan menyatakan KPU belum mempertimbangkan usulan-usulan tersebut. "Format saat ini sudah sangat mantap," ujarnya.

Pramono Ubaid merujuk pada format debat capres-cawapres secara umum yang sudah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu, yakni pasal 48, 49, dan 50.

Menurut PKPU tersebut, debat kandidat dilakukan sebanyak lima kali. Rinciannya, dua kali untuk calon Presiden, satu kali untuk calon Wakil Presiden, dan dua kali untuk calon Presiden dan calon Wakil Presiden.

Namun, Pramono menabahkan, KPU tetap terbuka atas berbagai masukan dari masyarakat demi proses debat yang lebih bagus. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top