Ditantang Debat Bahasa Inggris, Koalisi Jokowi Pilih Ikuti KPU

publicanews - berita politik & hukumSekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto bersama sekjen parpol pengusung. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin menyatakan hanya akan mengikuti debat capres yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini disampaikan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menangapai tantangan kubu Probowo Subianto-Sandiaga Uno untuk melakukan debat berbahasa Inggris dan pidato satu jam.

Hasto mengatakan, yang terpenting dalam kontestasi Pilpres adalah rekam jejak, bukan sekadar pemimpin yang pandai berbicara.

"Ukuran seorang pemimpin adalah yang dilihat dari rekam jejaknya, moralitas pemimpin, tak punya tradisi buruk di masa lalu," ujar Hasto, Jumat (14/9).

Sekjen PDIP itu menambahkan, konsistensi ucapan dan tindakan sangat penting bagi pemimpin sebagai sikap keteladanan. Ia kemudian menyindir soal isu mahar politik lawannya itu.

Menurutnya, aspek moralitas bagi seorang pemimpin tercermin dari satunya kata dan perbuatan. "Kita ingin menyampaikan kontestasi itu dari track record-nya, dari gagasan-gagasannya," katanya.

Usulan perubahan format debat capres-cawapres dilontarkan Waketum Gerindra Fadli Zon, Kamis kemarin. Debat berbahasa Inggri itu, katanya, akan menjadi pertimbangan luas dalam menentukan pilihan rakyat.

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengusulkan adanya tambahan kandidat berbicara selama satu jam penuh untuk menyampaikan gagasannya.

Hinca menilai ajang itu bukan sekadar cerdas cermat yang diberi waktu beberapa menit. "Ini urusan besar, karena itu kami akan mengusulkan, dan kami sepakat untuk minta diberi kesempatan calon kita bicara satu jam full tentang pikiran-pikirannya," katanya di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis kemarin. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top