Diminta Selesaikan 7 Hari, Roy Suryo Klarifikasi Siang Ini

publicanews - berita politik & hukumRoy Suryo. (Foto: Tempo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penasihat hukum mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, Tigor Simatupang, Senin (10/9) siang ini, akan mengklarifikasi surat permintaan pengembalian barang yang dikirimkan Kemenpora.

"Kami akan menyerahkan surat untuk mengkonfirmasi barang-barang yang katanya dibawa itu," kata Tigor, pagi ini.

Ia menegaskan meskipun sebanyak 3.226 unit barang tersebut dibeli semasa Roy Suryo menjabat Menpora. namun tanggung jawab terletak di Kemenpora.

"Barang itu adalah barang belanja Kemenpora di zaman Roy. seharusnya ada penanggung jawabnya di Kemenpora," katanya.

Ia menegaskan bagaimana mungkin barang sebanyak 3.226 item digotong ke rumah Roy. "Tidak mungkin dibawa semua, bisa semrawut rumahnya," Tigor menambahkan.

Klarifikasi ini menyusul perintah rapat internal Partai Demokrat yang mengharuskan Roy menyelesaikan kasus ini dalam tempo 7 hari. Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, waktu 7 hari itu sejak terhitung Jumat (7/9) pekan lalu.

"Pesan Pak SBY, apabila itu benar dibawa pulang, maka Roy Suryo diperintahkan segera mengembalikkannya kepada pemerintah. Tetapi, apabila tidak benar, maka pihak Kemenpora juga harus membersihkan nama Pak Roy Suryo," kata Ferdinand di Kuningan, Jakarta, Minggu kemarin.

Dalam pesan singkatnya kepada Publicanews kemarin, Roy menjelaskan bahwa hari-hari ini ia tidak banyak komen karena menhyerahkan persoalan tersebut kepada pengacaranya.

Namun, jika ada tawaran mediasi dari Menpora Imam Nahrawi ia akan mengapresiasinya dan memperjelas status 3.226 item barang yang belum diinvetarisir Kemenpora dan menjadi temuan BPK tersebut.

"Ini penting karena selama ini dikesankan bahwa semua barang tersebut dituduhkan masih saya bawa sehingga publik perlu jelas bagaimana duduk masalah sebenarnya," ujar Roy.

Ia berterima kasih pada partainya, khususnya kepada Ketua Umum SBY yang telah memberikan arahan, meskipun persoalan ini sama sekali tak terkait Partai Demokrat. (feh/ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top