Dari Kabel Hingga Sendok, Apa Iya Menteri Ngurusin Gitu?

publicanews - berita politik & hukumRoy Suryo saat menjabat sebagai Menpora periode Januari 2013 sampai Oktober 2014. (Foto: Rengga)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kemenpora mengirimkan daftar barang-barang yang harus dikembalikan mantan Menpora Roy Suryo. Lampiran daftar barang itu telah diterima, namun surat Kemenpora tertanggal 1 Mei 2018 belum sampai di tangan politikus Partai Demokrat itu.

Pengacara Roy Suryo, Tigor Simatupang, mengatakan bahwa dalam lampiran daftar yang diklaim harus dikembalikan itu tertulis aneka barang yang membuatnya tercengang.

"Ini apa? Satu set sendok dihitung satu-satu, bor, kabel-kabel, pompa air," ujar Tigor, Kamis (6/9).

Menurutnya, seluruh barang itu dibeli bawahan Roy saat menjabat Menpora. "Apa iya ngurusin gitu menteri? Masa kita beli bor juga, beli obeng juga?" kata Tigor keheranan.

Menurutnya, segala barang itu dipastikan bukan dibeli Roy, tetapi oleh kabag-kabag di kementeriannya. Tigor menegaskan kliennya tidak membeli barang-barang itu.

"Yang belanja siapa? Tapi dimasukkan ke belanja dia (Roy Suryo). Itu catatan belanja orang Kemenpora, bukan Roy Suryo," Tigor menegaskan.

Tigor menambahkan, semasa menjabat Menpora, Roy tidak pernah melakukan belanja langsung. Semua urusan kebutuhan terkait posisi sebagai menteri dikerjakan bawahan.

"Pak Roy sendiri nggak megang apa-apa kok dimasukkan ke belanja dia," katanya.

Sementara itu, anggota III BPK Achsanul Qosasi mengatakan, ia telah mengirimkan daftar yang harus dikembalikan berdasar hasil pemeriksan BPK.

"Saya sebagai teman Pak Roy dan Penanggung Jawab Pemeriksaan Kemenpora telah menyampaikan kepada beliau, berikut daftar lampiran barang untuk dikembalikan," ujar Achsanul, Rabu kemarin.

Dalam suratnya, Kemenpora menyebutkan terdapat 3.226 unit barang yang harus dikembalikan karena milik negara. Nilai barang tersebut mencapai Rp 8,5 miliar. Pada periode Januari 2013-Oktober 2014, Roy telah mengembalikan sejumlah barang senilai Rp 500 juta. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top