Kapolri Minta Kabareskrim Lakukan Penelitian Kasus Munir

publicanews - berita politik & hukumAksi mengenang 13 tahun pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib di Silang Monas, Jakarta Pusat, 2017 lalu. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjanjikan akan melakukan koordinasi dengan Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto untuk membuka kembali kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib.

Tito akan meminta Kabareskrim melakukan penelitian. "Apakah kasus itu masih bisa untuk dikembangkan atau memang sudah seperti itu," ujar Tito di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (31/8).

Melalui Kabareskrim yang baru, Tito akan menunggu masukan untuk mengambil sikap soal kelanjutan kasus Munir yang sudah memasuki 14 tahun berlalu. "Nanti saya akan mendapatkan masukan dari Pak Kabareskrim," katanya.

Kepolisian pernah menangani kasus ini pada 2006 ketika Kabareskrim dijabat Komjen Pol (Purn) Makbul Padmanegara. Namun, sejak itu tidak perkembangannya.

Sementara itu, hasil laporan tim pencari fakta (TPF) Munir yang pernah diberikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga tidak diketahui rimbanya hingga saat ini.

Kasus ini menjerat Pollycarpus Budihari Prijanto. Mantan pilot Garuda ini telah menuntaskan masa hukumannya. Namun, aktor intelektual di balik pembunuhan tersebut tidak pernah terungkap.

Munir dibunuh dengan racun arsenik yang dimasukkan ke dalam makanannya dalam penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam dalam pesawat Garuda Indonesia GA 974 pada 7 September 2004. Pesawat transit di Singapura dan di sanalah Munir diduga diracuni. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top