Gerindra Tepis Makar dalam Gerakan #2019GantiPresiden

publicanews - berita politik & hukumDeklarasi #2019GantiPresiden oleh Maradani Ali Sera, Neno Warisman di Monas, 6 Mei 2018. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Koalisi Prabowo Subianto gerah dengan tudingan makar yang dialamatkan pada gerakan #2019GantiPresiden. Pengusung Prabowo-Sandiaga Uno juga membantah tagar itu sebagai kampanye.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, KPU dan Bawaslu sudah memberi penegasan bahwa kegiatan yang diinisiasi Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera itu bukan bentuk kampanye.

“Bawaslu sudah menyatakan itu bukan kampanye, karena kampanye di pasal 1 Ayat 35 harus ada visi, misi program, citra diri,” kata Dasco di rumah Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/8).

Ia kemudian menjelaskan tentang makna makar sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 107. "Pasal 107 artian makar itu menggunakan kekerasan bukan sekadar menyampaikan pendapat," ujar anggota Komisi III DPR itu.

Dasco juga menjelaskan bahwa tagar #2019GantiPresiden tidak pula melanggar UU ITE, karena tidak menyangkut ujaran kebencian. "Jadi segala tuduhan itu tidak terbukti," katanya.

Tudingan makar awalnya dilontarkan Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin. Tagar #2019GantiPresiden itu dimaknai bahwa pada 1 Januari 2019 pukul 00.00 akan dilakukan ganti presiden. "Hati-hati, itu yang saya sebut dengan makar," katanya.

Menurutnya, narasi yang dipakai dalam gerakan tersebut cenderung bersifat ingin menggulingkan pemerintahan yang tengah berjalan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top