Vaksin MR Haram, Tapi MUI Izinkan Selama Belum Ada yang Halal

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa haram untuk vaksin campak dan rubela alias measles rubella (MR). Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperbolehkan penggunaan vaksin tersebut karena hingga kini belum ada vaksin yang halal.

"Penggunaan vaksin MR produk dari SII pada saat ini dibolehkan atau mubah hukumnya karena ada kondisi keterpaksaan (darurat syariah) dan belum ditemukan vaksin MR halal dan suci," Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin di Gedung MUI, Jakarta, Senin (20/8) malam.

Hasanuddin mengakui dalam proses produksi aksin MR produk dari serum SII menggunakan bahan dari babi. Karena itu, ia meminta agar pemerintah segera menyediakan vaksin MR yang halal.

"Pemerintah wajib menjamin vaksin halal untuk vaksin imunisasi dari masyarakat," katanya.

Vaksi MR diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) dan didistribusikan di Indonesia oleh Biofarma.

Berdasarkan data yang diberikan oleh pihak produsen di India, terdapat gelatin yang berasal dari kulit babi, dan tripsin yang berasal dari pankreas babi.

Selain itu ada bahan yang berasal dari organ tubuh manusia, yaitu human deploit cell. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top