Mahar Politik

Andi Arief Tak Penuhi Panggilan Bawaslu

publicanews - berita politik & hukumWasekjen Partai Demokrat Andi Arief. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) gagal meminta keterangan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, Andi tidak datang.

Bawaslu sudah mengupayakan untuk menghubungi aktivis '98 itu. "Nomor beliau (Andi) mati dari tadi pagi. Jadi enggak tahu juga alasanya kenapa, tapi beliau tidak dapat dihuhungi," ujar Fritz di kantor Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (20/8).

Menurut Fritz, Bawaslu juga telah mengirim surat pada Kamis (16/8) ke DPP Partai Demokrat. Karena Andi tidak datang, Bawaslu akan memanggil ulang pada Kamis atau Jumat nanti.

Pemanggilan Andi ini menyusul laporan Federasi Indonesia Bersatu (Fiber) dan Rumah Relawan Nusantara The Presiden Centre Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka meminta Bawaslu menyelidiki dugaan mahar politik yang dilakukan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno berdasarkan twitter Andi.

Andi mencuit bahwa Sandi memberi mahar politik masing-masing Rp 500 miliar kepada PAN dan PKS. Soal mahar ini diatur dalam Pasal 228 UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Baik Sandi, PAN, maupun PKS telah membantah dugaan mahar politik tersebut dalam pencalonan pada Pilpres 2019. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top