Seknas Jokowi: Zulkifli Hasan Cenderung Genit

publicanews - berita politik & hukumKetua MPR Zulkifli Hasan. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Umum DPN Seknas Jokowi, Muhammad Yamin, mengecam sikap Ketua MPR Zulkifli Hasan yang ia anggap telah menyalahgunaan mimbar pimpinan MPR untuk melontarkan serangkain kritik kepada Presiden Joko Widodo. Zulkifli melontarkan kritik tersebut dalam Sidang Tahunan MPR kemarin.

‘’Tindakan Pak Zulkifli Hasan itu tidak etis, tidak terpuji, cenderung genit dan tidak menunjukkan sikap politik yang dewasa,’’ ujar Yamin dalam rilis yang diterima Publicanews pada Sabtu (17/08).

Menurut Yamin, sebagai ketua sidang, Zulkifli cukup membuka dan memberi pengantar bagi Presiden untuk menyampaikan laporan pencapaian pemerintah dalam setahun terakhir. Pimpinan MPR tak perlu berpretensi seolah jadi lembaga pengawas.

‘’Tidak ada kewenangan Ketua MPR untuk mengawasi pemerintah, fungsi pengawasan itu ada di DPR,’’ kata Yamin, seraya mengimbau Zulkifli membaca tata tertib (tatib) MPR lagi.

Mengutip tatib MPR, Yamin mengingatkan bahwa wewenang dan tugas pokok MPR, antara lain, adalah mengubah dan menetapkan konstitusi, melantik presiden/wakil presiden, atau memutuskan usulan DPR untuk memberhentikan presiden/wakil presiden. Tugas lainnya ialah memasyarakatkan ketetapan MPR, memasyarakatkan empat pilar kenegaraan, serta melakukan kajian tentang sistem ketatanegaraan kita.

Jadi, Yamin meminta diminta Zulkifli tidak usah lagi mengritik dari mimbar yang tidak semestinya. "Jangan pula mimbar pimpinan MPR dijadikan mimbar oposisi,’’ kata mantan aktivis mahasiswa Yogyakarta di era pertengahan 1980-an itu.

Yamin menambahkan, Zulkifli punya banyak panggung dan momen untuk mengkritisi pemerintah, baik sebagai ketua umum partai, anggota DPR, maupun tokoh koalisi. Tapi tidak melakui panggung sidang tahunan.

Seperti diketahui ketika memberikan pidato pengantar dalam Sidang Tahunan MPR tentang Laporan Kinerja Pemerintah selain menyampaikan pandangan tentang prinsip-prinsip pengelolaan pemerintahan, sederet kritik pun dilontarkan Zulkifli. Di antaranya tentang ratio gini yang membaik itu lebih sebagai akibat dari 'menurunnya pendapatan masyarakat kelas atas katimbang meningkatkan pendapatan masyarakat kelas bawah.’

Kemudian, ada kritik tentang depriasi rupiah, dan soal kenaikan harga sembako. ‘’Bapak Presiden, ini titipan emak-emak. Titipan rakyat Indonesia agar harga harga terjangkau, terutama kebutuhan pokok," ujar Zulkifli.

Yamin tidak keberatan akan subtansi kritikan itu. ‘’Mau yang pedas sekalipun tak jadi soal. Tapi, lakukan di tempat dan waktu yang sesuai,’’ ia mengingatkan. (oca/*)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top