Jokowi: Demokrasi Bukan Perang

publicanews - berita politik & hukumCalon petahana Joko Widodo usai mendaftar untuk Pilpres 2019 di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8) pagi. (Foto: Publicanews/Putra).
PUBLICANEWS, Jakarta - Petahana Joko Widodo mengajak seluruh pendukungnya menjadikan Pilpres 2019 sebagai ajang demokrasi yang riang gembira. Pemilu benar-benar menjadi perayaan demokrasi.

"Setiap orang bisa menunjukkan demokrasi riang gembira, demokrasi bukan perang. Demokrasi ajang mengadu gagasan, ajang mengadu prestasi," ujar Jokowi usai mendaftarkan diri bersama cawapres Ma'ruf Amin di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Berdasarkan pantauan Publicanews di lapangan, Jokowi keluar dari Gedung KPU pukul 10.35 WIB. Jokowi keluar sendirian tanpa Ma'aruf Amin. Ia menyapa para pendukung yang setia menunggu di luar Gedung KPU sejak pukul 08.15 WIB.

Menurut Jokowi, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk bermusuhan. Tali persaudaraan harus tetap dijaga.

"Jangan sampai karena perbedaan pilihan politik kita menjadi bermusuhan, bermusuhan antartetangga, tidak saling menyapa antarkampung sehingga kita kehilangan tali persaudaraan," Jokowi menegaskan.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mendaftarkan diri didampingi oleh sembilan ketua umum partai politik pengusung. KPU menyatakan syarat pencalonan presiden-wapres Jokowi-Ma'ruf Amin lengkap. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM10 Agustus 2018 | 19:02:49

    Betul, setuju dg pernyataan pak jokowi, kadang org salah memahami arti demokrasi.

    Justru berbeda itulah ciri utama adanya demokrasi berjalan.

    Bukan memaksa kehendak seseorang atau sekelompoknya doterima oleh semua pihak.

Back to Top