Wasekjen Demokrat Andi Arief Tuding Prabowo Khianat

publicanews - berita politik & hukumPrabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam deklarasi pencapresan mereka di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (10/8) malam. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyatakan partainya enggan hadir dalam deklarasi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena merasa dikhianati.

"Jadi terjadi pengkhianatan kesepakatan oleh Prabowo terhadap Partai Demokrat," kata Andi Arief di rumah SBY, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/8) pagi.

Pengkhianatan yang ia maksud yaitu Prabowo tidak duduk bersama dengan Demokrat saat menentukan cawapres.

"Pengkhianatannya adalah untuk duduk bersama, untuk cari figur yang paling tinggi elektabilitasnya untuk menang," Andi menjelaskan.

Aktivis '98 ini geram atas sikap Prabowo yang cenderung memilih Sandiaga. Menurutnya, ada transaksi politik di balik penunjukkan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai cawapres. "Kita mencium ada aroma politik tidak sehat yang saya sebut dengan 'Jenderal Kardus'," ujarnya.

Menurutnya, Partai Demokrat tidak akan mendukung Prabowo dalam Pilpres 2019.

Sementara itu, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, mengatakan Partai Demokrat kemungkinan masih bergabung ke koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Namun, keputusan resminya masih tergantung hasil keputusan hasil majelis tinggi Partai Demokrat. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top