Survei The Initiative Institute: Gatot Lebih Layak Lawan Jokowi

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo bersama Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo saat masih menjabat Panglima TNI. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Jakarta - The Initiative Institute merilis hasil surevi bertajuk 'What the Elites Want?' Hasilnya Joko Widodo (Jokowi) di peringkat pertama dengan penantang utama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Jokowi tetap unggul dengan 77,8 persen. Namun di posisi kedua bukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tetapi Gatot dengan perolehan 63 persen.

Disusul Mahfud MD dengan dukungan 62 persen. Baru di posisi keempat Prabowo dengan 61,5 persen dan posisi berikutnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 58,7 persen.

"Dari kalangan militer, Gatot Nurmantyo lebih laku daripada Prabowo," kata CEO The Initiative Institute Airlangga Pribadi dalam pemaparan hasil survei di Menteng, Jakarta, Minggu (15/7).

Pengajar Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga ini menjelaskan, survei menunjukkan peluang Prabowo sangat lemah bila dihadapkan dengan Jokowi dalam Pilpres 2019.

Ia menyarankan mantan Pangkostrad itu sebagai king maker. "Berdasar survei, responden menghendaki adanya regenerasi politik di Tanah Air," ujar Airlangga.

Sementara untuk posisi cawapres, Airlangga mengatakan posisi teratas diraih Mahfud MD. Mantan Ketua MK itu berada pada posisi pertama dengan presentase kelayakan 70,6 persen, diikuti Menkeu Sri Mulyani Indrawati sebesar 64,1 persen.

Berikutnya ada Chairul Tanjung 62,3 persen, lalu di posisi keempat Anies Baswedan 60,9 persen, dan Gatot Nurmantyo 59,4 persen.

Posisi selanjutnya Agus Harimurti Yudhoyono 59,2 persen, TGB Zainul Majdi 53,5 persen, Airlangga Hartarto 52,1 persen, Khofifah Indar Parawansa 50,6 persen, dan Romahurmuziy 46,1 persen.

Survei dilakukan pada 10-15 Juli 2018 dengan menggunakan pendekatan purposive sampling dimana responden adalah mereka yang memiliki informasi cukup baik tentang kebijakan dan karakteristik tokoh.

Kelompok responden adalah akademisi, jurnalis, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, serta kaum profesional. Survei ini dilakukan di enam daerah, yaitu Jawa Barat, Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Makassar di Sulawesi Selatan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top