PDIP Tidak Akan Usung Kader eks Koruptor

publicanews - berita politik & hukumKetua Bawaslu Abhan menyampaikan sosialisasi pencalonan Pileg dan Pilpres 2019 di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (11/7). (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) hari ini menyambangi Kantor DPP PDIP untuk sosialisasi pengawasan pencalonan Pileg dan Pilpres 2019.

"Ini merupakan salah satu bagian agenda kami mensosialisasi dan memberikan pengarahan ke kantor-kantor DPP menjelang Pileg dan Pilpres 2019," kata Ketua Bawaslu Abhan di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Dalam kunjungannya itu Abhan didampingi para komisioner Bawaslu Moh Afifudin, Edward Siregar, dan Rahmat Bagja. Mereka disambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan pengurus DPP.

Abhan menyampaikan beberapa poin penting dalam pengusungan calon di Pileg dan Pilpres. "Ada tiga aspek terkait hak politiknya dicabut, yakni napi teroris, narkoba, dan kejahatan seksual," ujarnya.

Hasto menanggapi positif aturan yang disampaikan Bawaslu. PDIP akan meneruskan lewat forum rapat internal kepada para kader.

"Kami sangat menghormati keputusan Bawaslu, tentu ini menjadi masukan yang sangat berarti bagi kami," Hasto menuturkan.

Ia memastikan, partainya tidak akab mengusung kader yang terlibat kasus kejahatan baik yang tengah diproses maupun setelah menjalani proses hukum.

"Saya kira ini berlaku untuk semua kader yang bermasalah. Saya pastikan akan mengusung kader yang bersih," kata Hasto. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top