Presiden Restui Pembentukan Komando Operasi Gabungan Antiteror

publicanews - berita politik & hukumKepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menjabat Panglima TNI (tengah) meninjau pasukan saat Latihan Penanggulangan Anti Teror (Latgultor) di Lapangan Banteng, Jakarta, 9 Juni 2015. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah merestui pembentukan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan untuk menanggulangi terorisme di Indonesia.

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI sudah direstui oleh Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto)," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/5).

Komando ini akan diisi prajurit-prajurit terpilih dari satuan-satuan antiteror, yaitu Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Sarbravo TNI AU.

Bahkan, pasukan Komando Operasi Khusus Gabungan sudah disiapkan. Mereka bisa digerakkan kapan saja jika terjadi serangan teror. Moeldoko menyebut keberadaan pasukan ini tidak perlu menggunakan Peraturan Presiden (Perpres).

Dalam bertindak, Komando Operasi Khusus ini dibawah komando Panglima TNI meskipun tetap berkoordinasi dengan Kapolri.

Keberadaan Komando Operasi Khusus Gabungan ini semula digagas Moeldoko saat ia menjabat Panglima TNI. Melihat serangan teror dalam empat hari terakhir ini, ia menegaskan kehadiran operasi khusus gabungan ini akan terus dihidupkan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top