Isu SARA Minim, Indonesia Bisa Tiru Malaysia

publicanews - berita politik & hukumAnggota DKPP Alfitra Salam (kiri) memberikan pemaparan soal pemilu Malaysia (foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pelajaran menarik untuk Indonesia dari pemilihan umum Malaysia kemarin adalah isu SARA sangat kecil di sana.

"Yang patut dicontoh bahwa politik SARA hampir tidak ada meskipun hoaks juga ada, karena janji-janji Mahathir menyentuh anak muda," kata anggota DKPP Alfitra Salam usai diskusi 'Analisis Pemilu Malaysia dan Pelajaran untuk Indonesia' di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (16/5).

Malaysia dalam pemilu 2009 dan 2013 sempat terjadi isu agama terkait Islamisasi, melayunisasi, chinaisasi yang sangat tinggi. Namun, sekarang hampir tidak ada.

"Kalau kita kan hoaks poltik tidak menyentuh kepentingan generasi muda," ujarnya.

Tapi, Alfitra mengatakan dari sisi kedewasaan politik SARA di Malaysia sebenarnya terlambat. Isu SARA sempat menerpa negeri jiran itu selama enam dekade. Sekarang baru berhenti karena calonnya sama-sama Melayu.

Selain itu, apa yang disampaikan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu terhadap unsur pemilu Malaysia yang bisa ditiru Indonesia adalah jumlah partainya.

Lebih idealnya, ujar Alfitra, sistem pemilu hanya didominasi dua partai. Ketimbang banyak partai, fokus pada pembentukan koalisi.

"Ya saya kira lebih simpel lebih enak, sudah ada dua pilihan. Kalau sekarang koalisi saja belum tuntas," ujar Alfitra. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top