Begini, Keluarga Dita Berbagi Tugas Ledakkan Tiga Gereja

publicanews - berita politik & hukumKapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan menunjukkan keluarga Dita, Minggu (13/8) malam. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Surabaya - Kepolisian menunjukkan foto keluarga Dita Oepriarto dan Puji Kuswati serta 4 anaknya, yaitu YF (18), FH (16), FS (12), dan PR (9) yang melakukan peledakan di tiga gereja, Minggu (13/5) pagi.

Minggu malam ini aparat kepolisian menggeledah rumah Dita di Perumahan Wonorejo Asri Blok K/22A, Rungkut, Surabaya. Saat digeledah ditemukan 3 bom high explosive yang langsung diledakkan tim penjinak bom.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan mengatakan, di rumah tersebut juga ditemukan lesan panah (papan target), ada anak panah dan busurnya menancap, terlihat sering digunakan keluarga tersebut.

"Ada juga beberapa dokumen, ada beberapa buku, ada beberapa tulisan, ada beberapa pesan sedang kita kumpulkan," ujar Rudi di lokasi penggeledahan, Minggu malam.

Kepastian pelaku peledakan bom dilakukan satu keluarga ini disampaikan Kapolri Tito Karnavian, sore tadi. Ia mengatakan, Dita terkait jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD). "Satu keluarga ini terkait dengan sel JAD yang ada di Surabaya. Dia adalah ketuanya, Dita ini," katanya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera menambahkan, ledakan bom di Surabaya pertama kali terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, pukul 06.30 WIB.

Pelaku adalah dua anak Dita, yaitu YF dan FH. Kedua remaja ini menggunakan bom yang diletakkan di pinggang. Mereka diturunkan ayahnya menggunakan kendaraan mobil Avanza. Jasad keduanya dikenali karena yang meledak di bagian perut akibat lilitan bom.

Ledakan kedua terjadi di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro pada pukul 07.15 WIB. Pelaku bom adalah Puji Kuswati bersama dua anak perempuan yang masih bocah. Puji menggunakan sepeda motor berboncengan dengan kedua anaknya untuk melakukan peledakan.

Terakhir bom meledak di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno pada pukul 07.53 WIB. Pelaku adalah Dita dengan meledakkan mobilnya. Bom ini diduga paling besar.

Seluruh anggota keluarga yang pernah ke Suriah ini tewas. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Arif K Wibisono @arifkwibisono13 Mei 2018 | 22:05:35

    Biadab betul orang yang mencekoki keluarga ini dengan bujukan angkaramurka dari iblis berwujud manusia. Sementara "korbannya" luluh lantak sekeluarga, sang peracun masih menikmati kenikmatan duniawi sambil meneruskan nafsu duniawinya dengan meracuni orang orang putus asa lainnya....

Back to Top