LPSK-IDI Jamin Perlindungan Medis Bagi Saksi dan Korban

publicanews - berita politik & hukumKetua LPSK Abdul Haris Semendawai (tengah) dan Ketua Umum IDI Ilham Oetama Marsis (kanan) dalam keterangan pers usai penandatanganan MoU. (Foto: Humas LPSK)
PUBLICANEWS, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memberi perlindungan terhadap saksi dan korban melalui layanan medis, psikologis, dan psikososial.

Nota Kesepahaman atau MoU antara keduanya diteken di Gedung LPSK, Ciracas, Jakarta Timur. LPSK akan meminta bantuan IDI dan rumah sakit untuk mendukung para korban dan saksi yang dalam perlindungan LPSK.

Ketua LPSK Haris Semendawai mengatakan, kerja sama ini tepat karena IDI merupakan lembaga yang paling mengetahui persoalan medis. "Rekomendasi serta assessment dari dokter dan rumah sakit yang ahli di bidang tersebut untuk memberikan metode kepada kita," ujarnya seusai penandatanganan MoU, Rabu (18/4).

Hal ini berkaitan seringnya saksi pelapor sering menolak dimintai keterangan di pengadilan karena kondisi kesehatan. IDI akan bertugas memberikan second opinion.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar IDI Ilham Oetama Marsis menegaskan siap memastikan apakah saksi dalam kondisi prima atau tidak. Ia berharap saksi tidak menghindari proses hukum.

"Kalau betul (sakit) kita akan katakan misalnya izin pengobatan. Tapi kalau tidak, tentunya juga kan kita berikan keterangan bahwa dia tidak sedang sakit," kata Ilham. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top