Prabowo Dikabarkan Minta Jatah 8 Menteri ke Jokowi

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Istana Negara. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diberitakan meminta jatah tujuh menteri di luar posisi Menteri Pertahanan dalam pertemuan dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Permintaan 8 posisi menteri itu diberitakan media asing, Asia Times, Minggu (15/4) kemarin.

Pertemuan keduanya berlangsung di sebuah restoran Jepang di Hotel Grand Hyatt, Jumat (6/4). Tidak dijelaskan apakah Prabowo menghendaki posisi wapres sekaligus menteri pertahanan atau posisi menteri yang membawahi TNI itu menjadi bagian yang dipersyaratkan Partai Gerindra.

Mengenai isi pertemuan ketiga antara sesama mantan korps Baret Merah itu dibantah Waketum Gerindra Fadli Zon. "Setahu saya nggak ada (pembicaraan itu)," kata Wakil Ketua DPR itu, Senin (16/4).

Bahkan, Fadli mengatakan keduanya hanya berbicara mengenai ekspor sawit yang ditolak negara-ngara Eropa.

Sebelumnya, mengenai ajakan Luhut agar Prabowo bergabung dengan Joko Widodo, dibenarkan Presiden PKS Sohibul Iman. Dalam pertemuan tersebut Luhut sebagai utusan Jokowi melobi Prabowo agar bersedia berpasangan dengan Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

"Beliau (Prabowo) sampaikan kepada saya, beliau menjawab 'Itu tidak mungkin, tidak mungkin'," kata Sohibul di acara Milad PKS ke-20 di Balai Kota Jakarta, Minggu pagi kemarin.

Bahkan, kata Sohibul menirukan Prabowo, Luhut mengatakan Capres-cawapres mudah direalisikan. "Presidennya Jokowi dan Wapresnya kamu, katanya gitu," kata Sohibul.

"Tapi apa jawaban Pak Prabowo? 'Bang, abang jangan underestimate bahwa kalau Jokowi dengan Prabowo bersatu, itu belum tentu tidak ada yang bisa mengalahkan. Nanti pasti ada calon yang bisa mengalahkan dan kalau Jokowi-Prabowo kalah oleh calon yang tidak diperhitungkan atau underdog,, itu lebih memalukan," kata Sohibul menirukan jawaban Prabowo.

Prabowo, kata Sohibul, mengambil contoh di Pilgub DKI Jakarta, munculnya Anies Baswedan mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang unggul di survei. "Saya yakin Pak Prabowo tidak mungkin mau dibujuk," ujar Sohibul. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top