Istana Menjawab Tudingan Presiden Membuat Rakyat Miskin

publicanews - berita politik & hukumKepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. (Foto: Setneg)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyayangkan pernyataan anggota Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana yang menyebutkan presiden membuat rakyat miskin.

Eggi yang juga menjadi Wakil Koordinator Nasional Gerakan Indonesia Subuh (GIS) itu menuding pula soal sumber daya alam (SDA) yang dikuasai asing. Kuasa hukum Rizieq Syihab menyampaikan hal tersebut saat memberi ceramah di Masjid Dzarratul Mauthmainnah, Tangerang Selatan, Minggu (15/4).

Menurut Moeldoko, pernyataan Eggi tidak sesuai kenyataan. Pemerintah, katanya, telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan kemiskinan.

"Ada data bicara dan Gini Ratio mulai menurun dari 0,41 menjadi 0,39 persen sekarang," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (16/4).

Sejumlah kebijakan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pun dilakukan. Misalnya, penerbitan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, Beras Sejahtera (Rastra), hingga bantuan langsung presiden.

Sementara SDA dikuasi asing, kata mantan Panglima TNI ini, juga dianggap tidak tepat. Ia mengatakan kondisi itu bukan karena kebijakan Presiden Joko Widodo namun sudah terjadi sejak lama.

"SDA dikuasai asing kan sudah dari dulu. Ngomongnya enggak logis," Moeldoko menambahkan.

Sebaliknya, ia menyindir Eggi yang seharusnya menjadikan masjid sebagai tempat menyebarkan kebaikan.

"Saya kira kurang tepatlah, kalau di masjid kan tempat syiar agama, menebarkan kesejukan, bukan menebarkan hal-hal yang berbau itu (gak logis), jadi bingung masyarakat," katanya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top