Elektabilitas Teratas, Tapi Posisi Jokowi Belum Aman

publicanews - berita politik & hukumDirektur Riset Media Survei Nasional (Median) Sudarto seusai paparan riset elektabilitas capres 2019 di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/4). (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presien Joko Widodo selalu merajai semua survei elektabilitas calon presiden 2019. Namun, menurut Direktur Riset Media Survei Nasional (Median) Sudarto, posisi Jokowi belum aman karena elektabilitasnya masih di bawah 50 persen.

Sudarto mengatakan, dalam survei yang dilakukan Median pada periode Februari-April 2018, jarak antara Jokowi dan pesaing utamanya Prabowo Subianto masih dekat. Semua kemungkinan masih terbuka.

"Salah satunya 63,8 persen warga belum menyatakan keinginannya untuk memilih Jokowi kembali," kata Sudarto dalam rilis survei di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Alasan lainnya, ujar Sudarto, sebanyak 46,37 persen responden tidak menginginkan Jokowi lanjut ke periode kedua. Menurutnya, jika skenarionya head to head, maka lebih berat ke Jokowi.

"Hanya 45,22 persen yang ingin memeprtahankan Jokowi. Karena apa, kalau orang head to head, suara yang tak ingin memilih dia lebih banyak," ia menjelaskan.

Menurut Sudarto, faktor perbaikan ekonomi menjadi salah satu ganjalan bagi responden. Terutama pada tingkat antara makro dan mikro ekobomi yang tidak seimbang.

"Seperti harga sembako naik, listrik susah, dan pengangguran naik. Walau infrastruktur naik, tapi banyak yang beranggapan belum berjalan baik," kata Sudarto.

Dalam survei tersebut, ujar Sudarto, jumlah masyarakat yang ingin Jokowi diganti ternyata lebih besar dibanding mereka yang ingin mempertahankan Jokowi untuk periode kedua.

"Yang mau dipimpin lagi ada 45,22 persen, tapi ada juga yang maunya diganti tokoh lain sebanyak 46,37 persen," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top