Abraham Samad Ogah Menteri, Namun Mau Dicalonkan Jadi Presiden

publicanews - berita politik & hukumAbraham Samad. (Foto: reuters)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menolak bila diminta jadi menteri. Alasannya, ia ingin menjaga marwah lembaga yang pernah ia pimpin. Menurut Samad, jabatan Ketua KPK lebih tinggi dibanding menteri.

"Ketua KPK itu lebih tinggi dari menteri. Nanti marah anak-anak KPK kalau saya menurunkan marwah lembaga itu," kata Samad di Yogyakarta, seperti dilansir Antara Minggu (15/4) malam.

Samad menambahkan, sewaktu menjadi pimpinan lembaga antirasuah itu, ia beberapa kali menangkap menteri aktif. Hal ini menegaskan bahwa pimpinan KPK lebih tinggi daripada menteri.

"Saya pernah menangkap orang yang dalam status menteri tiga orang, Suryadharma Ali, Andi Alifian Mallarangeng, dan Menteri ESDM Jero Wacik. Semuanya (saat itu) menteri aktif," ujarnya.

Namun, ia tidak menampik apabila ada kesempatan untuk menjadi calon presiden ataupun wakilnya. Samad mengaku sudah ada dua parpol yang mendekatinya.

"Tidak satu pun warga negara yang ketika diberi amanah dia menolaknya. Kalau dia menolak berarti dia lari dari tugas dan itu pantangan bagi saya," katanya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top