Hate Speech Dipicu Dendam Pribadi Atas Kekalahan

publicanews - berita politik & hukumDirektur Imparsial Al Araf. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Imparsial Al Araf mengatakan, isu SARA di tahun politik ini akan kembali memanas. Ada pihak tak bertanggung jawab yang mereproduksi isu tersebut.

"Saya rasa, tahun politik hari inilah jadi momentum yang pas bagi mereka memainkan isu," ujar Al Araf dalam diskusi 'Ujaran Kebencian dalam Kontestasi Politik dan Ancaman Konflik Sosial' di Kampus Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (28/3).

Isu fitnah tersebut, ujar Araf, sengaja dimunculkan ketika oknum politik tidak bisa lagi menunjukkan program-program yang dianggap bisa memenangkan pertarungan politik. "Jadi satu strategi bagi sarana pemenangan politik," katanya.

Pertarungan kekuasaan dinilainya tak sehat lagi. Al Araf menambahkan, hate speech dipicu dari dendam pribadi elit politik atas kekalahan merebut kekuasaan.

"Pola berpikir seperti ini masih kuat di Indonesia. Ada pola pikir yang belum sehat," ia menambahkan.

Ujaran kebencian ini bahkan menjadi satu ladang industri. Araf mencontohkan organisasi Saracen dan Muslim Cyber Army (MCA) terbentuk dengan struktur dan pola yang rapi. "Isu ini tentu menimbulkan gejolak masyarakat," katanya.

Keberadaan isu-isu SARA yang dilempar lewat media sosial tak lagi memberikan konteks politik sebenarnya. "Ini sudah tidak lagi memberi gagasan ke depan," Araf menuturkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top