Jokowi Penuhi Seluruh Permintaan Nyak Sandang

publicanews - berita politik & hukumPresiden Jokow Widodo dan Nyak Sandang di Istana Merdeka, Rabu (21/3) malam. (Foto: Biro Pers Setpres)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo bertemu dengan Nyak Sandang, seorang tokoh dari Provinsi Aceh yang sangat berjasa di awal kemerdekaan. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (21/3) sekitar pukul 18.25 WIB.

Pria sepuh 91 tahun itu datang ditemani dua putranya, Maturidi dan Khaidar. Pertemuan itu atas permintaan Nyak Sandang yang langsung mendapat respon dari Istana.

"Ini Pak Jokowi, Ayah. Dia senang sekali bisa bertemu Presiden," kata Maturidi seperti dikutip dari siaran pers Istana Presiden, Rabu kemarin.

Jokowi juga mengunggah pertemuan itu melalui akun Twitter @jokowi sekitar pukul 21.37 WIB. "Nyak Sandang, pinisepuh yang ikut menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat pertama Indonesia Seulawah R-001 dan Seulawah R-002, cikal bakal Garuda Indonesia -Jkw," cuit Jokowi semalam.

Dalam pertemuan itu, Nyak Sandang mengajukan beberapa permohonan kepada Kepala Negara. Ia minta bantuan operasi katarak. Permintaan itu langsung dipenuhi Jokowi dengan meminta staf kepresidenan untuk langsung mengecek rumah sakit.

Nyak Sandang juga meminta Jokowi agar bersedia membangun masjid di Lamno Aceh, di kampung kediamannya selama ini. Jokowi menyanggupi dengan segera mengirim utusan untuk menggecek kondisi di sana.

Permintaan terakhir Nyak Sandang yaitu berhaji. "Ingin naik haji. Kalau bisa tahun ini, karena sudah tua," katanya. Jokowi pun menjanjikan untuk melakukan koordinasi dengan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. Bahkan, Jokowi menawarkan Nyak Sandang untuk menjalankan ibadah umrah dalam waktu dekat ini.

Pada kesempatan itu, Nyak Sandang juga menunjukkan bukti obligasi Pemerintah Indonesia keluaran 1950.

Bukti obligasi itu menunjukkan, Nyak Sandang di usia 23 tahun bersama orangtuanya menjual sepetak tanah dan 10 gram emas. Harta bernilai Rp 100 itu diserahkan kepada negara, karena Presiden Soekarno dalam lawatannya ke Aceh, pada 1948, mencari sumbangan dana untuk pembelian pesawat pertama pasca kemerdekaan.

Sumbangan dari masyarakat Aceh terkumpul mencapai 120 ribu dolar Singapura dan 20 kilogram emas murni. Dengan uang itu, Soekarno membeli dua unit pesawat terbang yang masing-masing ia beri nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Kedua pesawat terbang itu merupakan cikal bakal maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Namun, kendati sebagai penyumbang pesawat pertama bagi RI, kedatangan ke Jakarta pada Selasa (20/3), untuk bertemu Presiden Jokowi, merupakan pengalaman pertama Nyak sandang naik pesawat seumur hidupnya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top