Sambangi KPK, Nasdem Bicarakan Pencegahan Korupsi

publicanews - berita politik & hukumRombongan partai Nasdem di KPK (Foto:Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Nasdem menyambangi markas Agus Rahardjo Cs. Sekjen Partai Nasdem Johny G Plate mengatakan kunjungan ini dalam rangka pertemuan balasan setelah sebelumnya KPK menyambangi DPP Nasdem dalam rangka upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Tanah Air, khususnya di internal parpol.

"Diskusinya itu banyak sekali, bagaimana kita bersama-sama untuk membangun sistem ketatanegaraan yang baik, bagaimana kita bisa membangun pencegahan korupsi yang lebih efektif ya," kata Sekjen Nasdem Johny G Plate, Selasa (13/3).

Menurut Johny, rombongan partainya itu disambut baik oleh pimpinan lembaga antikorupsi. Dalam diskusi itu NasDem dan KPK sepakat membangun kerja sama dalam hal pemberantasan kasus korupsi.

"Jadi intinya KPK dan parpol jangan ada jaraknya, kami datang justru untuk menghapus jarak itu dan untuk menjembatani agar komunikasi antara parpol dan KPK bisa lebih baik agar usaha kita bersama dalam rangka pencegahan dan pemberantasan korupsi itu bisa lebih efektif lagi," ujarnya.

Sementara itu Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan menyambut baik sikap Nasdem untuk mendukung pemberantasan korupsi. Menurut catatannya, partai besutan Surya Paloh itu merupakan partai yang pertama melakukan diskusi dengan pimpinan KPK.

"Saya tambahkan sedikit, jadi ini catatan KPK ini yang pertama DPP parpol datang ke KPK, yang kita lakukan adalah kita diskusikan bagaimana kita penguatan partai, karena buat kami KPK itu partai atau bukan itu sudah bukan pilihan," ujar Pahala.

Lebih lanjut, Pahala menuturkan tentang poin-poin dalam pertemuan itu antara lain membicarakan tentang pendanaan biaya politik untuk kader yang maju kontestasi, termasuk pencegahan kader dari partai.

"Kita bicarakan juga kemungkinan kerjasama dimana KPK kalau punya informasi tentang kader partai kita bagi juga ke DPP gitu. Jadi bisa dua jalan, satu upaya pencegahannya lewat partai karena mereka adalah kader-kader terutama pimpinan atau kepala daerah," ujarnya menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM14 Maret 2018 | 14:24:43

    Ya... Memang namanya korupsi bisa dilakukan oleh siapa sj, termasuk dr oknum parpol, untuk itu sangat positive sekali, agar hal2x yg tdk diinginkan terjadi, perlu adanya persamaan persepsi antara KPK dan Parpol.

Back to Top