Menkominfo Rudiantara Bantah Bocorkan KTP ke Intelijen Tiongkok

publicanews - berita politik & hukumMenteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. (Foto: Thepresidentpost)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara membantah tudingan telah membocorkan 70 juta data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) kepada intelijen Tiongkok. Penuduhnya adalah admin akun Twitter @Partai Hulk.

Menurut Rudiantara, tuduhan tersebut adalah fitnah yang sangat keji dan tidak berdasar.

"Yg disampaikan ybs tidak benar dan dapat diduga sbg perbuatan yg dilarang UU ITE. Mari selalu tabayyun (mencari kebenaran), hindari fitnah berjamaah. Jangan sampai fitnah/hoax banyak disebar di medsos. Salam, ra," Rudiantara mencuit lewat akun @rudiantara_id, Selasa (13/3).

Akun @PartaiHulk mencuit soal bocornya data kependudukan itu pada Jumat (9/3) lalu.

"Menkominfo Rudiantara dipaksa intelijen China untuk bocorkan minimal 70 juta data KK dan NIK yang sesuai | Rudiantara dipaksa kejar target paling lambat akhir Mei tahun ini untuk produksi jutaan KTP di Beijing atas arahan Xi Jin Ping untuk pemenangan Jokowi | *infovalid."

Kominfo: Bukan Kebocoran, Tapi Penyalahgunaan KTP Orang

Belum diketahui apakah menteri yang kerap disapa Chief RA ini akan memperkarakan admin twitter tersebut ke pihak berwajib atau tidak.

Akun anonim @PartaiHulk sudah mulai berkicau pada Juni 2017. Hingga saat ini diikuti hampir 10 ribu followers. Cuitan akun lebih banyak menyerang Jokowi, sebaliknya menonjolkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top