Dua Syarat Cawapres Jokowi Versi Jusuf Kalla

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tidak ingin maju sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2019. JK menyampaikan hal itu seolah menjawab tulisan John McBeth, jurnalis senior Asia Times.

McBeth menulis di laman Atimes.com, Rabu (7/2), berdasar sumber internal, yang menyatakan tim Jokowi ingin tetap mendampingkan JK sebagai pilihan paling aman bagi Jokowi.

Menurut JK, ia sudah merasa cukup tua untuk menjadi pendamping Jokowi. "Namanya kabar, tanya saja yang memberi kabar. Iya, kan saya sudah katakan, saya ini mempertimbangkan juga dari segi umur," ujar JK di kantornya di Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (13/2).

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini dilahirkan di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 15 Mei 1942. JK kini sudah berusia 75 tahun.

"Biarlah yang muda-muda saja," kata JK.

Ia kemudian mengatakan, mendukung Jokowi untuk kembali mencalonkan diri. "Ya Pak Jokowi kan masih muda dibanding saya, jadi otomatis akan maju. Ya tentu kita akan mendukung beliau," katanya tanpa bersedia menyebut bentuk dukungannya.

JK menilai Jokowi yang kini 56 tahun lebih pas secara umur untuk berlaga di Pilpres 2019. Sementara untuk sosok cawapres Jokowi, JK mengatakan harus memiliki dua syarat. Pertama, dari segi elektabilitas.

"Dan yang kedua, membantu dalam hal kerjaan nanti. Di samping itu juga, ya, tentu yang bisa mewakili keterjangkauan keterpilihan," ia menjelaskan.

Hingga saat ini, JK belum memiliki nama yang bisa diajukan sebagai pendamping Jokowi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top