Pasca Operasi, Kondisi Mata Kiri Novel Membaik

publicanews - berita politik & hukumNovel Baswedan dikunjungi anak lelakinya pasca operasidi rumah sakit Singapura. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Operasi kedua pada mata kiri Novel Baswedan, kemarin, berjalan baik. Selasa (13/2) pukul 11.00 waktu Singapura, dokter sudah melakukan pengecekan pasca operasi.

"Secara umum dokter menyampaikan hasil operasi kemarin baik," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkatnya kepada awak media, Selasa (13/2).

Secara umum, kata Febri, kondisi kedua mata Novel dalam keadaan baik. Suplai darah ke jaringan mukosa/mata baik, diharapkan jaringan dapat tumbuh dengan baik. "Perlu dikontrol kembali besok sore dan satu minggu kemudian," ia menambahkan.

Novel selesai menjalani operasi pada Senin (12/2) pukul 19.00 waktu setempat. Operasi tersebut ditangani oleh dokter ahli Singapura dan Inggris. Operasi yang dilakukan pada mata kirinya adalah dengan cara memindahkan selaput gusi (yang pada operasi sebelumnya telah ditempelkan) untuk menutupi area tengah yang kemarin pertumbuhan selnya kurang baik.

Rilis Sketsa Baru Penyerang Novel, Kapolda Yakin 90 Persen

Kemudian ada operasi tambahan, yaitu penggantian implan karena saat pemindahan jaringan selaput gusi dulu implan harus ikut pindah posisi. Implan tersebut diganti untuk menjaga saluran glukoma.

Novel sudah enam bulan lebih menjalani perawatan di Singapura pasca penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi seusai penyidik senior KPK tersebut salat subuh di masjid dekat rumahnya, di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017 lalu.

‚ÄéKasus penyiraman air keras itu pun kini masih misteri. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, bahkan telah menyebar tiga sketsa wajah terduga pelaku, namun hingga kini belum terungkap juga.

Padahal, saat merilis sketsa pada 24 November 2017, apolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan sktesa 90 persen akurat. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top